Tanpa Disadari 3 Kebiasaan Pola Pikir Ini Akan Membuat Kamu Terus Merasa Kekurangan Uang

Siapa yang sering ngeluh dan ngerasa gak punya uang? Entah karena keinginanmu yang terlalu banyak, atau sebetulnya kamu punya uang tapi dihabiskan untuk hal yang kurang penting. Tapi perasaanmu soal isi dompet pasti terus menerus ada di level ‘gak punya’. Sebenarnya bisa jadi penyebabnya adalah pola pikirmu sendiri, lho. Coba deh, mungkin udah saatnya kamu berhenti berpikir kayak gini.

1. Terus mengeluh

Via pexels

Bisanya mengeluh terus gak punya uang, mikirin kenapa kita gak bisa seenak orang lain yang punya barang bagus atau pergi liburan ke tempat yang kita mau. Hmm… Semakin kamu mengeluh, semakin kamu ngerasa gak bersyukur atas rezeki yang kamu punya. Coba sesekali liat orang yang di bawah kamu, jangan terus liat ke atas. Daripada ngeluh mending coba cari solusi, kayak kerja keras biar finansial kamu jadi semakin stabil.

2. Melimpahkan kesalahan pada orang lain

Via Pexels

Kadang kita senang menyalahkan orang lain atas kesalahan kita sendiri. Contohnya menyalahkan tempat perusahaan kita bekerja karena memberi gaji yang sedikit dan gak sesuai sama ekspektasi. Padahal kalau bisa mengatur uang dengan baik, kita bisa punya uang yang cukup, kok. Atau kenapa gak coba mencari pekerjaan baru yang gajinya lebih besar, daripada menyalahkan perusahaan yang sama sekali gak memenuhi harapan kita?

[su_box title=”Editor’s Pick:”]

[/su_box]

3. Selalu berpikiran kalau kamu gak akan bisa sukses

Via pexels

Pesimis adalah salah satu sifat yang bikin kita susah untuk maju. Perasaan gak akan bisa sukses dan mempunyai finansial yang mapan, sama sekali gak akan membantu hidup kamu menjadi lebih baik. Semua harus dibarengi usaha dan kerja keras untuk mendapatkan semuanya. Ingat kamu adalah apa yang kamu pikirkan. Jadi jangan pernah pesimis, ya!

Hayo siapa yang sering punya pola pikir kaya diatas? Intinya adalah selalu bersyukur, ya. Walaupun penghasilan sedikit tapi kalau bersyukur, kita gak akan merasa kekurangan uang. Terkadang cukup itu sendiri lebih dari cukup, lho.

No Comments Yet

Comments are closed