Saat Anak Sulit Diatur, Mama dapat Melakukan 4 Cara Ini untuk Menanganinya

Usia kanak-kanak adalah waktu yang paling sering dihabiskan untuk bermain, dan belajar. Tapi, tidak semua anak mudah untuk diajak bekerja sama dan justru cenderung sulit diatur. Seperti gak ada rasa capek, anak-anak akan lari kesana kemari, dan tidak peduli kalau nantinya ia akan kelelahan. Jika dibiarkan, kebiasaan ini berdampak buruk untuk tumbuh kembangnya, lho. Oleh karena itu, moms harus tahu 4 trik menghadapi anak yang sulit diatur ini. Yuk disimak!

1. Ajari anak untuk bekerja sama

Supaya anak-anak mengerti arti kerjasama, mama bisa membuat peraturan yang berlaku seperti sebuah games yang memiliki hadiah, dan hukuman. Terapkan peraturan ini pada saudaranya juga dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, jika dengan menunjukkan pujian saat si kecil membereskan mainannya, tapi kalau salah satu tidak mau mengerjakan, maka tunjukkan kalau saudaranya membutuhkan bantuan, dan ia pasti akan senang jika dibantu. Lama-lama mereka akan mengerti akan hal ini.

2. Biasakan berdiskusi

via pexels.com

Membentak anak sangat tidak dianjurkan. Bukannya menurut, anak justru akan semakin memberontak. Jadi ketika anak sulit diatur, sesekali buat pilihan yang tidak disukainya. Misalnya, jika si sulung kerap menjahili adiknya, ajak ia berbicara mengapa ia melakukan hal tersebut, dan tanyakan apakah dia akan suka jika seseorang melakukan hal yang sama padanya. Mengajaknya, dan membiasakan berdiskusi akan memberikan efek jangka panjang yang baik, sehingga ia dapat mengerti mengapa hal yang dilakukannya tersebut kurang baik.

3. Tanyakan apakah anak-anak benar-benar mengerjakan tugas sekolahnya

via pexels.com

Ketika anak memiliki tugas sekolah, berilah kepercayaan kepada mereka dengan mengerjakan PR-nya sendiri. Tanpa didampingi, mereka akan belajar tentang tanggung jawab. Kalau ada pertanyaan yang sulit, biarkan anak-anak yang berinisiatif bertanya, dan mama cukup bertugas untuk mengontrol apakah anak-anak benar-benar mengerjakan PR-nya. Jangan lupa untuk menanyakan, dan menawarkan bantuan ketika ada bagian yang belum mereka pahami.

4. Kalau anak merajuk, cobalah untuk tidak luluh

via pexels.com

Seringkali anak akan ngambek jika keinginannya tidak dipenuhi. Meski hati rasanya gak tega melihat anak menangis, mama jangan mudah luluh, ya. Kalau segala keinginannya selalu dipenuhi akan menjadi kebiasaan yang buruk. Anak menjadi manja, dan keras kepala. Jika anak menangis, biarkan saja dulu, berpura-puralah untuk tidak peduli. Kemudian beri penjelasan kenapa hal, atau barang yang dimintanya sekarang tidak bisa diberikan. Alihkan perhatiannya pada hal lain yang lebih bermanfaat.

Mendidik anak agar mudah diarahkan, dan diberi nasehat memang gampang-gampang susah. Terlebih kalau anak tersebut sulit diatur, terlalu aktif, dan membuatnya tidak bisa diam. Semoga cara-cara di atas dapat membantu moms untuk dapat menangani si kecil yang sedang rewel.

 

Siti Yulianingsih

half of a storyteller. unstoppable.

No Comments Yet

Comments are closed