Sekarang Momennya, Dorong Sesama Perempuan Berani Memimpin dengan Mencontohkan 5 Hal Ini

Sejarah membuktikan kalau kaum hawa perlu berjuang extra saat ingin menjadi seorang pemimpin. Tapi seiring dengan perkembangan zaman, perlahan budaya ini memudar dan mendorong kesempatan yang lebih besar agar perempuan berani memimpin sesuatu. Meski begitu perjuangan belum berarti selesai, lho. Kita bisa mendorong sesama perempuan berani memimpin dengan mencontohkan 5 hal di bawah ini.

1. Tahu Kapan Harus Bersikap Mandiri dan Meminta Tolong

Via Freepik.com

Menjadi perempuan mandiri sering disalahartikan dengan anti minta tolong. Padahal maksudnya bukan begitu juga, sih. Namanya manusia pasti enggak bisa hidup sendiri, begitupun kita sebagai kaum hawa. Tapi ketika ada tugas yang masih bisa dikerjakan sendiri kenapa harus merepotkan orang lain? Sebaliknya, saat kita gak sanggup menyelesaikan sesuatu kenapa harus gengsi minta bantuan orang lain? Intinya lakukan segalanya sesuai sama kadar kemampuan kita saja.

2. Berani Melihat Tantangan Sebagai Peluang

Via Freepik.com

Gak bisa dipungkiri hidup sebagai perempuan mengharuskan kita menghadapi berbagai tantangan yang beragam. Tapi jika terus mengeluh dan ketakutan, ini gak akan membawa kita ke kemajuan apapun termasuk menjadi seorang pemimpin. Menaklukan tantangan itu gak perlu proses yang instan, kok. Jadi just take it slow saja, beb.

3. Jatuh Cinta Pada Passion Tanpa Harus Mendewakannya

Via Freepik.com

Passion memang membuat kita bahagia saat mengerjakan sesuatu. Tapi keadaan kadang gak selalu berjalan sesuai sama apa yang kita inginkan. Bisa saja kita harus menomorduakan passion dan bekerja di bidang yang gak disukai demi bertahan hidup. Tapi ini bukan berarti hidup kita bakal menderita. Kemampuan kita beradaptasi di situasi yang gak ideal justru bakal membekali diri dengan skill leadership yang baik.

[su_box title=”Editor’s Pick:”]

Related Post

[/su_box]

4. Jujur Terutama Sama Diri Sendiri

via Freepik.com

Ada banyak komentar negatif yang bakal hadir selama kita berproses menjadi pemimpin. Jika semua itu membuatmu sedih dan putus asa, gak ada salahnya mengambil jeda buat menangis sampai kekecewaanmu reda. Ini adalah bentuk jujur pada diri sendiri. Kita gak perlu berpura-pura kuat hanya untuk terlihat hebat di mata orang lain. Kejujuran pada diri kita sendiri adalah hal berharga yang kita miliki.

5. Fokus Mencari Solusi dan Mengesampingkan Drama

Via Freepik.com

Perempuan itu apa-apa drama.

Hmmm… Stigma macam ini harus dipatahkan, lho. Meski sebenarnya ‘drama’ yang muncul biasanya terjadi karena kepekaan kita saja, tapi gak ada salahnya mengesampingkan drama dan fokus mencari solusi ketika menghadapi sebuah konflik. Ingat, pemimpin yang baik adalah yang bisa tetap tenang saat menghadapi sebuah masalah.

Tahu gak, sih? Sebuah riset menunjukan kalau perusahaan yang dipimpin perempuan cenderung lebih sukses daripada yang enggak. So, masih mau ragu buat jadi perempuan pemimpin?

Dewi Nurfitriyana:
Related Post
Leave a Comment