Di Balik Kesan Glamor dan Menginspirasi, Ternyata Menjadi Influencer Itu Gak Gampang, 5 Hal Ini Buktinya

Jujur deh, siapa di antara kamu yang pingin banget menjadi orang yang dikenal luas karena kecerdasan pikirannya? Pasti banyak tunjuk tangan, deh. Yap, hampir setiap orang ingin dikenal sebagai orang yang bisa memberikan inspirasi dan nilai-nilai positif untuk banyak orang. Maka, lahirlah profesi sebagai influencer. Ternyata, menjadi influencer itu gak semudah seperti yang kita bayangkan lho, girls. Yuk, cari tahu beberapa hal berikut ini.

1. Menjadi influencer itu gak semudah yang terlihat berdasarkan jam kerja yang gak teratur

Via Freepik.com

Media sosial biasanya menjadi wadah untuk memberitahu segala macam aktivitas yang dilakukan seseorang. Dalam hal seorang influencer, sering kali mereka seolah terlihat sekedar mengunggah foto atau review atas pengalaman mereka menggunakan produk.

Di balik kesan gampangnya, para influencer itu harus memikirkan matang-matang tentang isi konten yang akan digunakannya untuk menarik perhatian para pengikutnya di media sosial, lho. Nah, mengenai jam kerja sendiri, influencer memiliki jam kerja yang gak tentu. Meskipun begitu, profesi menjadi influencer ini memang cocok bagi mereka yang gak terbiasa melakukan rutinitas monoton dan senang mengulas hal baru.

2. Selain bakat khusus, kamu harus memiliki kecerdasan dan kreativitas tanpa batas jika ingin menjadi influencer

Jika kamu ingin menjadi influencer yang bisa menyebarkan pesan positif melalui sebuah karya, tentunya kamu juga harus mempunyai kreativitas yang tinggi. Misalnya saja kamu membuat konten seperti tulisan, video, ilustrasi, dan lain-lain. Semua itu harus diarahkan agar para pengikutmu di media sosial gak merasa bosan.

Kreativitas yang tinggi sangat diperlukan agar mendapat respon positif dari pengikut di media sosial. Apalagi, kalau kamu sudah menjadi influencer yang melakukan endorsement sebuah produk dari suatu brand. Sudah dipastikan kamu telah menjadi rekan bisnis mereka yang harus siap dengan kewajiban untuk mempelajari hal-hal yang dicakup oleh brand tersebut.

3. Semua barang yang dimiliki seorang influencer bukan berarti gratisan, mereka kerap membeli sendiri barang yang mereka sukai

Via Freepik.com

Memang banyak peluang yang bisa kamu dapatkan ketika berprofesi menjadi influencer, girls. Salah satunya adalah mendapat beberapa produk. Sebenarnya, pemberian produk itu adalah hal yang wajar. Sebab, ketika kamu diminta melakukan review terhadap kualitas produk tersebut, kamu memang harus menggunakan produknya terlebih dulu agar bisa merasakan kelebihan dan kekurangan kualitas produk. Kemudian, hasil dari pengalamanmu menggunakan produk itu bisa kamu bagikan kepada followers secara jujur dan bukan semata-mata sebagai bintang iklannya saja.

Namun, ada juga beberapa influencer yang ingin mengulas tentang kualitas suatu produk tetapi bukan atas permintaan dari pihak brand terkait, melainkan karena keinginannya sendiri membagikan pengalaman setelah menggunakan suatu produk tertentu lho, girls. Uniknya, beberapa influencer yang melakukan hal demikian gak merasa keberatan jika harus membeli sendiri produk yang ditelitinya. Ada pula brand yang memberikan hadiah atas rasa terima kasihnya karena produknya telah diulas oleh para influencer ini. Jadi, para influencer ini gak melulu mendapat barang-barang gratis seperti yang terkesan dalam akun media sosialnya.

[su_box title=”Editor’s Pick:”]

Related Post

[/su_box]

4. Banyak yang menjadikan influencer sebagai profesi utama tanpa memiliki sumber penghasilan lain

Ketika kamu sudah menjadi influencer yang sukses, biasanya kamu gak akan merasa membutuhkan sumber penghasilan dari pekerjaan yang lain. Sebab, di saat kamu sudah fokus terhadap profesi influencer yang sedang kamu jalani, otomatis kamu akan menjadikan satu hari penuhmu untuk bekerja membuat konten yang bisa diunggah ke akun media sosialmu.

Jika kamu sudah fokus terhadap pekerjaan ini dan mengerjakannya dengan hati yang suka cita, tentunya kualitas dari isi kontenmu pasti akan semakin bagus dan juga akan meningkatkan jumlah followers di media sosial. Hal itu tentunya akan membuat lebih banyak brand lagi yang akan mengajakmu bekerja sama. Sehingga, penghasilanmu akan terus bertambah dan kamu gak perlu bergantung pada sumber penghasilan yang lain.

Akan tetapi, hal itu tetap bergantung pada kebutuhan dan kemampuan yang kamu miliki, girls. Masih ada juga orang yang tadinya gak bekerja sebagai influencer, lalu merambah ke profesi tersebut, namun tetap tidak meninggalkan pekerjaan lamanya. Sementara itu, banyak juga orang yang hanya berfokus menjadi influencer dan akhirnya menjadi sukses karena profesinya itu.

5. Hampir setiap influencer merasa dituntut untuk selalu tampil sempurna, tapi ada juga yang lebih sering tampil apa adanya

Via Freepik.com

Masih banyak influencer yang merasa bahwa dirinya dituntut untuk terlihat sempurna di setiap unggahan foto dan ceritanya di media sosial. Walhasil, mereka gak segan untuk merogoh kocek lebih dalam dan lebih sering untuk menunjang penampilannya. Tapi, semua itu bergantung pada karakter apa yang ingin kamu bangun ketika memutuskan menjadi influencer sih, girls. Gak sedikit juga kok, para influencer yang lebih mengutamakan kejujuran dan kemampuan yang dimilikinya ketimbang penampilannya semata.

Beberapa di antara influencer yang kerap tampil apa adanya ini memilih untuk sesekali mengunggah foto mereka ketika tanpa riasan atau berdandan lebih natural. Ada juga yang sengaja menunjukkan fotonya yang sedang berkeringat setelah berolahraga, atau membagikan ceritanya yang gak selalu sempurna dalam blog-nya. Acap kali, terlihat sempurna itu adalah sebuah tekanan yang terkadang membuat mereka merasa menjadi orang lain dan gak prinsipil. Padahal, ketika memilih menjadi influencer, hal yang diutamakan bukanlah sekadar penampilan saja, melainkan kecerdasan dan empati yang dimiliki si influencer itu sendiri.

Gak semudah yang terlihat, ternyata menjadi seorang influencer itu perlu mengupayakan banyak hal ya, girls. Gak cuma penampilan, tapi ada beberapa hal yang harus diutamakan ketika sudah memilih menjadi seorang influecer, yaitu bakat yang terus disah, kreativitas yang terus ditambah, serta ilmu pengetahuan yang terus dikejar, hingga kamu merasa layak dianggap sebagai orang yang bisa menginspirasi banyak orang.

Siti Annisa: Bagian dari spektrum!
Related Post
Leave a Comment