Pernah Dengar Singlism, Gak? Erat Kaitannya Sama Jomblo, Kenalan Sama 3 Fakta Soal Ini, yuk!

Via pexels.com

Menjadi seorang single bukan berarti hidup yang kita jalani penuh sama kesengsaraan. Begitupun sebaliknya nih, punya pasangan juga gak bikin hidup otomatis jadi bahagia. Sayangnya, masih banyak di antara kita yang suka nge-judge jomblo sebagai orang yang sehari-harinya nelangsa. Nah, apa kamu tahu kalau itu adalah salah satu bentuk singlism? Dikeluarkan oleh seorang ahli psikologi sosial dari Harvard, Bella DePaulo, Ph.D., singlism adalah sebuah aksi yang cenderung merendahkan orang yang belum memiliki pasangan. Pengen tahu lebih lanjut? Simak penjelasannya saja, yuk.

1. Apa sih, Singlism?

Via pexels.com

Dilansir dari sini, singlism adalah suatu bentuk penilaian yang cenderung menyepelekan atau bahkan merendahkan sesorang yang gak punya pasangan. Hal ini bisa dilakukan baik secara langsung maupun enggak, mulai dari sesederhana becandaan “Ya, lo kan jomblo mana ngerti soal ginian”. Sampai yang sudah berbentuk stigma, seperti pemikiran kalau orang yang menikah sudah tentu bahagia, tidak seperti orang yang memutuskan hidup sendiri.

2. Bisa jadi kamu sering jadi korbam singlism

Via pexels.com

Jika kamu pernah ada diposisi terus menerus dijodohkan, ditanyain bahkan didesak buat punya pasangan. Itu artinya kamu sudah di-singlism, girls. Gak cuma itu, pandangan yang menyamaratakan bahwa anak yang diasuh oleh single parent pasti tumbuh gak optimal, juga salah satu bentuk dari singlism ini, nih. Pokoknya, setiap tindakan yang menjurus ke mendiskreditkan seorang single, bisa dibilang sebagai singlism.

[su_box title=”Editor’s Pick:”]

[/su_box]

3. Kalau sudah tahu apa.itu singlism, yuk hindari melakukan hal ini

Via pexels.com

Setiap aksi yang men-judge seseorang secara negatif tentu akan menimbulkan perasaan yang gak enak. Tak terkecuali dengan singlism ini, nih. Kita harus tahu bahwa kehidupan seseorang tidak dinilai sekedar dari punya pasangan atau enggak. Setiap orang bisa bahagia dan mencapai kemampuan terbaiknya dalam hidup karena niat dan usahanya. Bukan ditentukan oleh status saja.

Kebahagiaan seseorang sejatinya tidak diukur dari memiliki pasangan atau enggak. Tapi dari bagaimana kita mensyukuri setiap momen yang terjadi di hidup kita, girls. Jadi, jangan jadikan opini orang lain sebagai patokan kebahagiaanmu, ya. Buatlah definisi kebahagiaanmu sendiri. Selamat berbahagia!

Dewi Nurfitriyana:
Leave a Comment