Kenali Gejala Anemia pada Bayi dan Ketahui 4 Langkah Pencegahannya

Pada usia 0-6 bulan, asupan zat besi bayi dapat dipenuhi dengan memberikannya ASI eksklusif. Namun begitu menginjak usia 6 bulan ke atas, seiring dengan pertumbuhannya, bayi memerlukan zat besi dalam jumlah yang lebih besar. Jika tak tercukupi, dampaknya bisa menyebabkan buah hati Anda beresiko menderita anemia.

Penyakit yang ditandai dengan berkurangnya hemoglobin dalam darah ini tak hanya bisa menimpa orang dewasa, tetapi juga bisa menimpa usia bayi maupun balita. Bila anemia yang menimpa bayi masih dalam tahap ringan, kemungkinan gejalanya tak akan terlihat. Akan tetapi, jika zat besi dan jumlah sel darah merahnya cukup rendah, maka baru akan menunjukkan gejala-gejala seperti sesak napas, wajah pucat, lemas, tak nafsu makan, batuk, serta demam.

Jika dibiarkan, anemia dapat mempengaruhi perkembangan dan perilaku si kecil. Tentu saja, tak ada satupun orang tua yang menginginkan hal itu terjadi pada buah hatinya. Oleh karena itu, ketahuilah 4 langkah pencegahan anemia pada bayi berikut ini:

1. Berikan asi eksklusif

Via haibunda.com

Berikanlah ASI ekslusif pada bayi Anda hingga usia 6 bulan. Mengapa memberikan ASI ekslusif begitu penting? Hal ini dikarenakan ASI memiliki nutrisi yang dibutuhkan dalam tumbuh kembang bayi. ASI akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengoptimalkan perkembangan IQ, fisik, serta mentalnya. Setelah 6 bulan, baru  barengi ASI dengan makanan pendamping ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

2. Ketahui jumlah zat gizi yang diperlukan

Related Post

Bagaimana cara mengetahui jumlah zat gizi yang diperlukan oleh bayi? Berapakah jumlah zat besi yang dibutuhkannya? Anda dapat mengetahuinya dengan menggunakan kalkulator zat besi ini rumahnutrisinestle.co.id/ironcalculator. Penggunaannya cukup mudah. Anda akan diberikan pertanyaan seputar usia bayi dan kuantitas menyusui serta jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi si kecil. Setelah itu, Anda akan mendapat estimasi apakah konsumsi jumlah zat besi yang dibutuhkan si kecil setiap harinya sudah cukup atau belum dari makanan yang diberikan.

3. Berikan asupan makanan yang sehat dan bergizi

Via thaihealth.or.th

Untuk mencegah maupun mengobati Anemia pada bayi, caranya adalah dengan memenuhi kebutuhan zat besi dalam tubuh dengan memberikannya makanan yang kaya zat besi. Sumber makanan zat besi antara lain, daging, hati ayam dan bayam. Selain itu, tak lupa juga penuhilah nutrisi yang dibutuhkan di usianya, dengan memberikannya konsumsi makanan yang mengandung vitamin A, B, C, D, E dan K, omega 3, dan kalsium.

4. Lengkapi kebutuhan zat besi dengan makanan pelengkap

Makanan pelengkap di sini merupakan jenis bubur yang dapat memenuhi nutrisi sehari-hari yang dibutuhkan oleh sang buah hati. Makanan jenis ini pun dapat dijadikan sebagai pengenalan si kecil terhadap makanan semi padat guna melatihnya mengunyah dan menelan makanan.

Nestle CERELAC merupakan pilihan yang tepat sebagi makanan lunak untuk si kecil. Tak hanya kaya dengan zat besi, bubur bayi ini juga mengandung nutrisi lain seperti zinc, vitamin A, C dan DHA. Nestle CERELAC juga memiliki rasa yang akan menarik nafsu makan sang buah hati untuk memakannya. Beberapa varian rasanya, yakni beras merah, beras putih, wortel bayam labu, tim ayam sayur, ayam bawang, dan ada juga kombinasi beberapa buah-buahan. Dengan beragam varian rasa ini, tentu tak akan membuat bayi Anda merasa bosan. Untuk mengetahui informasi lengkap produk Nestle CERELAC, Anda dapat mengeceknya langsung di awalsehat.nestle.co.id.

Nestlè CERELAC: MP-ASI instan bergizi lengkap untuk perutnya yang kecil. Mengandung zat besi, zink, vitamin A dan vitamin C untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi
Related Post
Leave a Comment