Ubah Pengunjung Cuma ‘Lihat-lihat’ Jadi Pembeli, Terapkan 6 Hal ini di Toko Kamu

Dalam berbisnis, ada calon pembeli tertentu yang perlu effort lebih agar jadi bertransaksi di toko kita. Berjualan di offline store, atau outlet penjualan secara langsung memang lebih complicated, karena selama ia belum bertransaksi, tentu statusnya belum dapat dikatakan sebagai pembeli. Biasanua kita masih menyebutnya sebagai ‘pengunjung’. Dan sayangnya, gak sedikit pengunjung yang hanya ‘melihat-lihat’ produk di dalam toko, lalu keluar lagi tanpa jadi melakukan pembelian. Untuk mengoptimalkan pengunjung yang seperti itu agar bisa menjadi pembeli, ada beberapa hal yang dapat dilakukan:

1. Pelajari Dulu Kenapa Pengunjung Tidak Membeli

via Freepik

Perhatikan waktu kapan saatnya ramai pengunjung, cari tahu keperluan mereka, hingga biasanya apa yang dicari oleh mereka. Kurangnya bantuan selama berbelanja, antrian panjang, hingga tidak tersedianya stock adalah beberapa alasan di antaranya kenapa orang pergi dari toko tanpa jadi membeli. Luangkan waktu untuk mempelajari hal ini.  Sehingga kamu punya cara tentang tindakan apa yang perlu dilakukan untuk mengubah hal tersebut demi peningkatan penjualan jangka panjang.

2. Berikan Pelayanan yang Personal

via Freepik

“Ada yang bisa saya bantu?”

“Saya cuma mau liat-liat aja nih”

Lalu percakapan selesai. Familiar dengan hal tersebut? Coba cara lain dengan memberikan pelayanan yang personal. Konsumen senang diperhatikan asal tidak membuatnya risih. Memang tidak semua konsumen memiliki tipe yang sama. Ada yang senang dibantu ketika memilih produk, tetapi ada juga yang lebih memilih sendiri saja. Kamu bisa memulainya dengan memberikan pertanyaan yang lebih menarik seperti: “Selamat datang, sudah pernah berbelanja di sini sebelumnya?”, atau mungkin “Sedang cari apa? Bersedia untuk tahu koleksi produk unggulan kami?” Lalu lihat reaksinya apakah menjauh untuk berbelanja sendiri atau justru semakin antusias. Dari sana, baru bisa terlihat bagaimana menangani konsumen tersebut.

3. Beri Solusi atas Kebutuhan Konsumen

via Freepik

Dengan mengetahui apa yang  dibutuhkan konsumen, sebenarnya itu adalah kesempatan untuk semakin mempengaruhinya melakukan pembelian. Namun tentu jangan sampai terlihat memaksa. Tanya kebutuhannya, pelajari solusi seperti apa yang ia butuhkan berkaitan dengan produk yang kamu jual. Kamu juga bahkan bisa menawarkan perbandingan produk dan review-review tersebut, hingga ia bisa memutuskan untuk membeli produk yang mana dan bisa merasa solusi darimu bisa membantunya.

[su_box title=”Editor’s Pick:”]

[/su_box]

4. Pastikan Selalu Ada Stock

via Freepik

Sebisa mungkin hindari ‘barang tidak ada’ jika sebenarnya memang itu inti dari produk yang kamu jual. Ketika kamu sudah khas untuk menjual produk tersebut, maka calon pembeli kemungkinan datang sengaja ke tokomu untuk membeli produk tersebut. Jika tidak ada, maka itu riskan menganggap tokomu kurang lengkap.

5. Mempercepat Transaksi

via Freepik

Ketika konsumen sudah memutuskan untuk melakukan pembelian, jangan membuat ia harus menunggu terlalu lama lagi ketika mengantri. Setidaknya, proses antrian di kasir cepat terurai. Jangan sampai konsumen berubah pikiran untuk tidak jadi membeli ketika ia terlalu lama mengantri.

6. Mungkinkan Konsumen untuk Menemukan Tokomu secara Online

via Freepik

Berikan pilihan kepada konsumen untuk menemukan tokomu secara online. Kamu dapat mengunggah postingan foto produk di social media, website, atau mungkin e-commerce. Sehingga konsumen sudah memiliki rencana pembelian ketika mendatangi toko. Itu juga memudahkanmu untuk mengumumkan ketika ada promosi untuk memberitahukannya kepada calon pembeli.

Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan potensi dari pengunjung menjadi pembeli. Selamat mencoba, ya!

Nurmarliana: Smile is her favorite magic. If you have one tell her through Instagram @liannurma.
Related Post
Leave a Comment